Dugaan Sementara Korban Mutilasi Adalah Warga Jombang

Posted by Anonim on Selasa, 21 Juli 2009 , under | komentar (0)




Minggu, 19 Juli 2009 | 21:01 WIB


Isak tangis dari keluarga yang di tinggalkan mewarnai proses pemakaman Ayu Wulandari (21) alias Wulan, Mahasiswi korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di Magetan dan Yogyakarta pekan lalu.

Ibu korban, Sukini, tampak tak kuasa menahan air mata ketika jenazah korban di berangkatkan menuju tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Ngrayung, Desa Kepuh Rejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jatim (19/7) sore.

“Wulan anakku masih hidup, sekarang praktek di Ponorogo, Anakku masih belum meninggal,” Katanya sambil meneteskan air mata di rumah duka, Minggu.

Sebelum saat jenazah Wulan dating ke rumah duka dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono Madiun, beberapa kali ibu korban sempat pingsan dan harus digotong masuk ke dalam kamar. Dari kata-kata yang di ucapkan, Sukini terlihat tak mampu menerima kenyataan jika Wulan tewas dengan cara di mutilasi.

Tidak hanya Sukini yang shok dengan kematian korban, ayah tiri korban, Gati, juga tampak sangat terpukul dengan peristiwa berdarah tersebut. Di rumah duka, beberapa kali Gati menghela nafas panjang dan menundukkan muka ketika para karabat dan teman-teman korban dating melayat.

Sebelum di bawa ke tempat pemakaman, jenazah korban terlebih dahulu di bawa ke masjid yang tidak jauh dari rumah korban. Para pelayat sempat melakukan salat jenazah di masjid tersebut.

Hingga saat ini, kerabat korban meminta agar pelaku mutilasi dihukum mati. Hukuman itu pantas diterima pelaku karena tega membunuh korban dengan sadis. “Kami minta di hokum mati, hanya itu yang bisa membuat keluarga ringan, “katanya.

Keinginan keluarga supaya pelaku dihukum mati, lantaran korban merupakan sosok pendiam dan penurut. Sehingga pembunuhan dengan cara dimutilasi itu merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. “Kalau melihat kondisi korban yang mati dengan cara dimutilasi, sudah sepantasnya pelaku di hokum mati. “katanya.

Wulan menjadi korban mutilasi kekasihnya, Gilang Maulana, mahasiswa semester empat Universutas Ponorogo. Gilang membunuh korban karena menolak di ajak berhubungan badan. . copyright@KOMPAS.com